Selamat datang di Blog Haekal Fikri

Jangan Bandingkan Pendidikan Indonesia dengan Brunai

Written By Haekal Fikri On Friday, October 26, 20120 comments


Ilustrasi: anak-anak usia wajib belajar. (Foto: dok. Okezone)

Rendahnya Education Development Index (EDI) Indonesia, yakni peringkat ke-69 dari 127 negara, salah satunya disebabkan oleh tingginya angka putus sekolah. Pada kelompok usia sekolah, sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Menurut Guru Besar Universitas Pendidikan Jakarta (UNJ) Prof. Soedijarto, pemerintah belum menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh pada pendidikan Tanah Air. Buktinya, angka putus sekolah dan banyaknya anak usia sekolah di jalan masih cukup tinggi.

"Coba lihat anak-anak jalanan, mana ada yang memberi perhatian pada mereka? Apakah pemerintah ada mencari tahu siapa orangtua anak jalanan itu dan memasukkan mereka ke sekolah? Kalau di Jerman, orangtua yang ketahuan tidak memasukkan anaknya ke sekolah bisa dipenjara. Di negara lain, hukumannya mungkin berbeda, misalnya didenda," ujar Soedijarto ketika berbincang dengan Okezone.

Namun, pendapat ini disanggah Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Kacung Marijan. Menurut Kacung, fenomena putus sekolah tidak menunjukkan ketidakpedulian pemerintah. Bahkan, kebanyakan anak yang putus sekolah itu berhenti belajar karena keinginan sendiri, atau atas keputusan orangtuanya.

"Kalau sudah karena keinginan mereka sendiri, lalu bagaimana? Pemahaman masyarakat sendiri tentang pentingnya bersekolah harus dibangun," ujar Kacung kepada Okezone di Financial Club, Grha Niaga, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2012).

Kacung menekankan, partisipasi semua pihak dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan sangat krusial. Dengan begitu, angka putus sekolah pun dapat bersama-sama ditekan.

"Lagipula, setengah juta murid putus sekolah dari sekira 30 juta siswa SD secara keseluruhan, hitungannya tidak terlalu besar. Jangan bandingkan dengan Brunei Darussalam yang penduduknya saja hanya ratusan ribu jiwa," imbuhnya.

Seperti diketahui, data terakhir badan PBB yang membawahi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO) tentang indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) menunjukkan, Indonesia berada di posisi ke-69 dari 127 negara. Indeks yang dikeluarkan pada 2011 ini jauh menurun dari tahun sebelumnya, dan lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam (34), serta terpaut empat peringkat dari Malaysia (65).



Sumber : http://kampus.okezone.com/
PASANG IKLAN
Share this article :

Hal-Hal Yang Yang Perlu Di Ketahui Sebelum Berkomentar!

1. Jangan Menggunakan Link Hidup Kecuali Penting
2..Komentar Yang Relevan Akan Saya Balas
3.Untuk Menggunakan Emoticon Klik Emoticon Terlebih Dahulu Untuk Mendapatkan Kode

Note:Komentar Anda Terlebih Dahulu Di Moderasi Untuk Tidak Terjadi Pelanggaran !
 
About | Ads | Sitemap | Privacy Policy | Term Of Service | Forum | Follow ! | Back to top
Copyright © 2018 HF Blog - Some Right Reserved | Design by Haekal Fikri | Created by Maskolis | Aa Sholah
Terima Kasih Atas Kunjungannya
Jangan Bandingkan Pendidikan Indonesia dengan BrunaiOops ! | Error 404